Blogger templates

Map

3 Des 2012

8. KEAMANAN DAN KONTROL SISTEM INFORMASI


PENDAHULUAN
Pengendalian yang dimaksud dalam makalah ini adalah sejauh mana pengendalian aplikasi mempunyai peran dalam mencegah dan mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan  . Sebuah pengendalian dikatakan berhasil ketika kesalahan-kesalahan dapat diminimalisir.
Betapa pentingnya informasi dalam kehidupan manusia, sehingga informasi yang datang tidak boleh terlambat , tidak boleh bias(berat sebelah) harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan relevan dengan penggunanya,sehingga informasi tersebut menjadi informasi yang berkualitas dan berguna bagi pemakainya. Untuk mendapatkan informasi yang berkualitas perlu dibangun sebuah sistem informasi sebagai media pembangkitnya. Sistem informasi merupakan cara menghasilkan informasi yang berguna . informasi yang berguna akan mendukung sebuah keputusan bagi pemakainya.
Pendekatan sistem adalah suatu prosedur langkah demi langkah yang digunakan dalam memecahkan masalah. Tiap langkah mencakup satu keputusan atau lebih, dan untuk tiap keputusan diperlukan informasi.
PEMBAHASAN 
KEAMANAN DAN KONTROL SISTEM INFORMASI
A.      Pentingnya pengendalian Sistem Informasi
Informasi adalah Suatu hal yang amat penting bagi para informan atau pengguna informasi itu sendiri, maka dari itu harus diadakannya suatu pengendalian informasi agar lebih terkontrol dan memastikan akan informasi tersebut sesuai dengan tujuannya .
B.      Tugas Pengendalian Sistem Informasi
Sebuah informasi layaknya sebuah siklus kehidupan, selama siklus tersebut berjalan membutuhkan sebuah tahapan, dalam informasi juga ada tahapan yaitu kontrol proses pengembangan, kontrol disain dan kontrol operasi. Agar informasi tersebut tepat dan mengena dengan tujuan dari informasi tersebut.
C.      Kontrol Proses Pengembangan
Tujuan dari proses ini adalah untuk memastikan bahwa informasi ini terimplementasikan dan dapat memenuhi kebutuhan para informan.
Hal-hal yang tercakup dalam pengembangan adalah:
1.       Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite SIM.
2.       Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi sistem informasi.
3.       Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi sistem informasi.
4.       Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar sistem informasi.
5.       Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima.
6.       Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau sistem informasi untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.
7.       Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi sistem informasi dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.

D.      Kontrol Disain Sistem
Tujuan dari proses ini adalah untuk memastikan akan berjalannya sebuah fase dari sistem informasi yang ada, analisis sistem, DBA, dan Manajer jaringan membangun sebuah tahapan pengontroloan tertentu dalam sebuah sistem disain. Selama prases tersebut, prgramer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam sistem informasi. Disain sistem dikontrol dengan cara mengontrol dengan sistem melalui lima cara atau proses yaitu:
1.       Permulaan Transaksi ( Transection Organization)
Tata cara yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
à         Permulaan dokumen sumber
à         Kewenangan
à         Pembuatan input computer
à         Penanganan kesalahan
à         Penyimpanan dokumen sumber

2.       Entri Transaksi (Transection Entry)
Entri transaksi adalah mengubah suatu dokumen agar dapat di baca oleh komputer, proses ini menjaga agar informasi terakurai dengan baik dan sesuai pada tujuan tersebut yang akan di transmisikan pada jaringan komunikasi atau komputer, area kontrol tersebut meliputi:
à         Entri data
à         Verifikasi data
à         Penanganan kesalahan
à         Penyeimbangan batch

3.       Komunikasi Data (Data Communication)
Sebuat kompyter yang ada pada jaringan memberikan peluang keamanan yang lebih besar dari pada suatu homputer yang ada pada suatu ruang. Area kontrol ini meliputi :
à         Kontrol pengiriman pesan
à         Kontrol saluran (channel) komunikasi
à         Kontrol penerimaan pesan
à         Rencana pengamanan datacom secara menyeluruh

4.        Pemrosesan Komputer (Computer Processing)
Pada umumnya proses tersebut adalah dengan memasukan data atau informasi ke dalam komputer. Areanya meliputi:
à         Penanganan data
à         Penanganan kesalahan
à         Database dan perpustakaan software
Sebagian besar kontrol database dapat diperoleh melalui penggunaan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS)
Tingkat keamanan dalam DBMS terdiri dari :
à          Kata kunci (Password)
à          Direktori pemakai (User Directory)
à          Direktori elemen data (Field Directory)
à          Enkripsi (Encryption)

5.        Output Komputer (Computer Output)
Tugas dari output ini adalah bertenggung jawab atas informasi yang dikirim kepada informan atau pengguna informasi. Yangtermasuk dalam informasi ini adalah:
à          Penyeimbangan operasi komputer
à          Distribusi
à          Penyeimbangan departemen pemakai
à          Penanganan kesalahan
à          Penyimpanan record

E.       Kontrol Terhadap Pengoperasian Sistem
Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area:
1.       Struktur organisasional
Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis, Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.
2.       Kontrol perpustakaan
Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.

3.       Pemeliharaan Peralatan
Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer(CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.
4.       Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas
Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.
5.       Perencanaan disaster
i.                     Rencana Keadaan darurat
Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan
ii.                   Rencana Backup
Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.
iii.                  Rencana Record Penting
Rencana ini mengidentifikasi file data penting & menentukan tempat penyimpanan kopi duplikat.
iv.                 Rencana Recovery
Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas komunikasi da pasokan-pasokan.
Kesimpulan :
Keamanan dalam sumber data sangatlah penting dalam suatu perusahaan agar rahasia perusahaan tidak di ketahui oleh perusahaan lain. Bayanngkan jika suatu perusahaan mengetahui rahasia perusahaan lainya mungkin itu akan digunakan untuk menumbangkan perusahaan lawan. Maka dari itu keamanan data dalam perusahaan sangatlah penting

0 comments:

Posting Komentar